Mau cerita dikit nih, di deket rumah ku ada tempat makan nasi
goreng dan japanes food gitu, awalnya tempat itu cuma tukang nasi goreng
pinggir jalan biasa aja tapi karna emang makanannya enak dan harganya juga
murah murah dan setiap hari itu rame banget, akhirnya sekarang tempat makan itu
jadi lebih maju, areanya juga semakin di perluas. Dan tau gak, yang punya
tempat makan itu dulunya Cuma pegawai tukang nasi goreng itu doang, dulunya dia
itu dia korban PHK sebuar perusahaan gitu, karna kegigihannya dia kerja jadi
tukang nasi goreng tersebut akhirnya dia bisa beli itu tempat makan, dan di
tangan dia itu lah tempat makan itu jadi semakin maju, ya kebetulan yang punya
tempat makan ini itu adiknya temen mamahku jadi aku tau sedikit cerita
itu.Tempat itu tadinya buka mulai jam 7 laman tapi karna pengunjungnya yang
selalu ramai akhirnya tempat itu buka dari jam 4 sore Aku sama
temen temenku dulu lumayan sering sih ke situ, tapi berhubung sekarang kita
udah pada punya kesibukan masing masing kita jadi jarang ke situ lagi, aku klo
lagi makan di situ aku paling suka makan nasi goreng seafoodnya, top deh
pokoknya hehe. Oh ya denger
denger sih katanya tempat itu udah buka cabang di tempat lain, aku belum pernah
kesana sih, selain tempat makannya yang maju sekarang yang punya tempat makan
itu buka usaha lain yaitu buka toko plastik dan bahan bahan untuk buat kue, ya
lumayan lah toko plastiknya juga mulai maju, salut sama ke gigihannya ya yang
tadinya korbah PHK gitu sekarang bisa bangkit lagi buka usaha yang akhirnya maju dan sukses dalam
bisnisnya, Semoga usahanya lancar terus ya pak, tingkatin terus kualitas
masakannya J
Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...
Komentar
Posting Komentar