Bayak kendaraan yang dapat di jadikan alat transportasi yang di
gunakan mahasiswa untuk pergi kuliah, salah satunya ada lah angkot atau
kendaraan umum lainnya, memang banyak sekali mahasiswa yang menggunakan
alat transportasi tersebut, hal ini di karenakan alat transportasi
kendaraan umum tersebut sangat mudah digunakan, selain itu juga
mahasiswa tidak udah cape cape untuk mengendarai sediri kendaraannya,
para mahasiswa hanya cukup duduk saja menjadi penumpang, kendaraan umum
juga tidak sulit untuk dicari dan kapanpun kita mau pergi pasti
kendaraan umum bisa kita pakai, kecuali tengah malam. Namun dibalik
kelebihan yang ada pada kendaraan umum namun kendaraan umum juga masih
memiliki kekurangan, diantaranya jika kita menggunakan kendaraan umum
waktu kita akan lebih banyak terbuang di perjalanan, hal ini di
karenakan kendaraan umum biasanya dia menunggu kedaraannya itu penuh
baru dia berangkat ketempat tujuan atau yang biasa juga di sebut ngetem,
selain itu jika kita menguunakan kendaraan umum juga kemungkinan besar
juga akan terkena macet, banyaknya supir kendaraan umum juga menjadi
salah satu kekurangannya karena keselamatan kita juga menjadi kurang
terjamin, selain supirnya yang ugal ugalan, penumpang lain juga yang
kemungkinan adalah bukan orang baik akan menjadikan keamanan juga kirang
baik apa bila kita menggu nakan kendaraan umum. demikian sari saya
mengenai alat transportasi kendaraan umum yang dapat di gunakan untuk
pergi kuliah :)
Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...
Komentar
Posting Komentar