Langsung ke konten utama

Foto Siluet

Apa itu Siluet??
Siluet adalah efek yang dihasilkan dalam fotografi karena adanya perbedaansignifikan antara pantulan cahaya objek utama di bagian depan gambar dengan latar belakangnya. Untuk menghasilkan siluet, cahaya dari bagian belakang objek harus sangat terang kemudian ditangkap dengan mengukur luminitas cahaya latar belakang.
Siluet juga bisa dihasilkan dengan menghalangi pantulan cahaya objek utama secara selektif.

Cara Membuat Siluet 
  • Waktu yang Tepat Menentukan Hasil
Percayakah Anda bahwa saat Sunrise dan Sunset adalah momen terbaik dan ditunggu-tunggu oleh para fotografer? Selain dapat menampilkan keindahan langit dan matahari, ternyata Sunrise dan Sunset bisa Anda manfaatkan untuk membuat foto Siluet. Pada momen tersebut, matahari berada dibagian sekitar garis cakrawala atau sedikit diatas garis cakrawala di bagian timur (Sunrise) dan dibagian barat (Sunset).
Dalam bahasa fotografi momen tersebut sering disebut Golden Hour dan cahaya matahari yang kuat mampu memberikan efek Siluet pada objek foto kita. Itulah mengapa ketika Anda mencari foto Siluet di Google sebagian besar dilakukan pada sore hari. Jadi tips yang pertama, Anda sebaiknya memotret pada pagi atau sore hari.
  • Tempatkan Objek di Depan Cahaya
Tips ini sudah tentu menjadi tips dasar membuat foto Siluet. Dengan menempatkan objek tepat didepan (sekitar) cahaya akan membuat objek tersebut gelap. Jika sebaliknya, maka bukan Siluet yang akan didapat, melainkan foto biasa dengan objek yang terlihat.
  • Siluet Tidak Memerlukan Flash
Simpan flash eksternal Anda atau tutup segera built In flash pada kamera, Anda tidak membutuhkannya. Dengan menggunakan flash hanya akan membuat objek menjadi terang dan akhirnya tidak menimbulkan efek Siluet.
  • Bentuk Objek Harus Jelas dan Menarik
Dengan gelapnya objek, maka orang akan mengetahui Siluet tersebut dari bentuknya. Namun jika bentuknya tidak terlihat jelas, maka Siluet tersebut menjadi kurang menarik. Sering kali foto Siluet manusia menarik bila dipadukan dengan gaya Levitasi atau melompat, maupun orang yang sedang terlihat melakukan aktivitas dengan jelas. Tidak harus selalu manusia, Anda bisa mengeksplore dengan berbagai objek seperti binatang, bangunan, pohon, menara dan berbagai benda dengan bentuk yang jelas. Tentu saja disini ide dan imajinasi Anda dibutuhkan, bukan hanya mengandalkan teknik.
  • Pengaturan Segitiga Fotografi
Siluet sepertinya memang lebih bagus dengan ketajaman frame menyeluruh. Anda tidak butuh bokeh dan efek-efek lain yang membuat foto tidak bagus. Pengaturan bukaan bisa tetapkan pada angka f/8, f/10 atau seterusnya tergantung dengan situasi dan kondisi.
Selain itu, jika objek sedang melakukan gerakan maupun melakukan Levitasi dan lompatan, pastikan Anda menggunakan kecepatan rana tinggi. Angka 1/160 S, 1/200 S,atau jika memungkinkan sampai 1/1000 S detik agar lebih freeze selama pencahayaan masih memungkinkan. ISO tinggi tidak perlu karena kekuatan cahaya dari background sudah cukup dan objek tidak memerlukan penerangan. Penggunaan mode Manual direkomendasikan, namun Aperture Priority dan Shutter Priority juga bisa dipakai selama flash dimatikan.
  • Gunakan Cahaya Buatan
Selain memanfaatkan cahaya kuat dari matahari, Anda juga bisa membuat Siluet dengan memanfaatkan flash. Benarkah? bukankah diatas sudah dijelaskan bahwa flash tidak perlu digunakan. Jika flash yang dihadapkan ke arah objek sudah pasti dilarang, namun jika ditempatkan pada belakang objek tentu saja bisa. Anda bisa menggunakan teknik Strobist (flash off kamera), yakni penggunaan lampu kilat tanpa terpadang pada kamera.
Cara menggunakan adalah dengan flash eksternal yang ditempatkan pada belakang objek. Tentu perangkat trigger dibutuhkan sebagai pemicu flash saat Shutter ditekan. Siluet dengan lampu kilat biasanya akan membuat pinggiran objek menyala tajam. Demikian beberapa tips dasar membuat foto Siluet.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Demi Cinta

Maaf.. ku telah menyakitimu Ku telah kecewakanmu Bahkan ku sia-siakan hidupku, dan kubawa kau s'perti diriku Walau hati ini t'rus menangis Menahan kesakitan ini Tapi ku lakukan semua demi cinta Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku Segalanya t'lah ku berikan Juga semua kekuranganku Jika memang ini yang terbaik Untuk diriku dan dirinya Kan ku t'rima semua demi cinta Reff : Jujur, aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi Bila nanti esok hari Ku temukan dirimu bahagia Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya

neraca pembayaran

Neraca pembayaran  merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu  negara  dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan  pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan (yang terdiri dari neraca perdagangan, neraca jasa dan transfer payment) dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial. Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang ( devisa ) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam neger...

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...