Langsung ke konten utama

Curuk Cigentis

Curug Cigentis merupakan air terjun indah setinggi 25 m andalan wisata Karawang yang lokasinya berada di kaki Gunung Sanggabuana, pada ketinggian 1000 mdpl. Curug Cigentis masih masuk dalam wilayah Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, sekitar 44 km dari pusat Kota Karawang.
Akses ke lokasi cukup menantang, terutama setelah melewati Pasar Loji sampai ke Dusun Jayanti, dimana jalanan cukup sempit, menanjak, dan beberapa ruas jalan dalam keadaan rusak, sehingga baik pengendara mobil maupun motor harus berhati-hati. Mobil dan motor dititipkan di Dusun Jayanti, lanjut dengan berjalan kaki sejauh sekitar 2 km untuk sampai di loket Curug Cigentis.
Lokasi Curug Cigentis berada dalam satu jalur dengan Kampung Wisata Cigentis, Batu Tumpang, Curug Peuteuy, Curug Cipanundaan, Curug Cikarapyak dan Curug Bandung.
Di sekitar Curug Cigentis ada cukup banyak warung makanan. Ada pula kamar ganti dan mushola, sehingga sangat memudahkan bagi pejalan. Jika kemalaman, pejalan bisa menginap di salah satu rumah penduduk, atau memasang tenda, atau menyewa villa di Kampung Wisata Cigentis.

Curug Cigentis

Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru
Kabupaten Karawang
Tiket
Tiket masuk Kawasan Wisata Mekarbuana Rp. 2.500 per orang, Rp 5.000 kendaraan roda dua, Rp 7.000 kendaraan roda empat.
Tiket masuk TWA Curug Cigentis Rp. 8.000
Akses
Kendaraan pribadi
– Lewat Tol Jakarta – Cikampek, keluar di Pintul Tol Karawang Barat
– Belok kiri setelah melewati jembatan, lanjut arah sebaliknya sampai pertigaan
– Belok kanan ke Jalan Pasir Jati menyusur Saluran Irigasi Tarum Barat sejauh 4,2 km
– Belok kiri di perempatan, dan ikuti jalan sampai ke Pasar Loji, lalu belok kanan menuju Dusun Jayanti
Sepeda Motor
– Lewat Jl Transyogi Cububur, melewati Taman Wisata Mekarsari, lanjut arah ke Cariu
– Di perempatan Cariu belok ke kiri, lanjut sampai Pasar Loji
– Di Pasar Loji belok ke kiri, ikuti jalan sampai Dusun Jayanti.
Kendaraan Umum
Naik Bis Agra Mas atau Warga Baru dari Terminal Kampung Rambutan / Tanjung Priok ke Karawang (sekitar Rp.10.000), turun di daerah Badami (500 m setelah keluar pintu tol Karawang Barat), lanjut naik Elf ke Pasar Loji. Dari Pasar Loji lanjut dengan ojek ke Dusun Jayanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...