Langsung ke konten utama

Eda Trip to Karawang

Sepulang uas pada hari kamis minggu kemarin, aku dan eda eda ku pn langsung bergegas untuk pergi ke karawang, kita pergi ke karawang menggunakan bis. Kita pun pergi ke daerah pasar rebo terlebih dahulu untuk naik bis dari sana. namun saat itu hujan turun sangat deras anginnya pun cukup kencang, untung kita semua bawa payung, ya walaupun masih tetep kebasahan tapi setidaknya tidak sampe basah kuyup, kita pun mencari tempat neduh di emperan toko sambil menunggu bis datang, dan setelah menunggu cukup lama akhirnya bis yang kita tunggu tunggu pun datang.

kita segera bergegas untuk menaiki bis tersebut dan ternyata bis tersebut masih agak kosong di bagian belakang, kita pun duduk di bagian belakan tersebut, ya biasa lah anak muda yang rempong pasti berisik banget di bis dan kebetulan bisnya agak kosong jadi kita ngerasa bis milik sendiri deh padahal masih banyak sebenarnya penumpang yang laiinya, hmmm entah lah mereka keganggu atau tidak hehe.

Perjalanan cukup lancar dan hanya macet sebentar saja, 1 jam perjalanan kita menggunakan bis pun akhirnya kita sampai di kotaku tercinta yaitu kota karawang, saat itu mereka langsung pada ingin update lokasi tapi sayangnya jaringan mereka pada ga beres akhirnya ga jadi deh. saat tiba di karawang, rizardi yang janji ingin menjemput pun ternyata belum datang, dan akihirnya kita harus menunggu terlebih dahulu.

setelah beberapa saat menunggu akhirnya rizardi datang juga, kita pun bergegas untk naik ke dalam mobil lalu pulang ke rumahku, setelah sampai di rumah kita semua istirahat dulu karena telah lelah di perjalanan. tak lama kita ber istirahat, perut kita semua terasa lapar, akhirnya aku pun mengajak mereka untuk makan di warung ayam bakar yang letaknya tidak jauh dari rumah ku.

setelah kenyang mengisi perut dengan ayam bakar, kita pun berencana malam ini ngin bersantai, maskeran wajah, luluran dan sebagainya. setelah selesai makan kitapun bergegas ke minimarket deket rumahku untuk membeli barang barang yang ingin kita gunakan nanti malam. lalu pulang lagi kembali kerumahku.

Sesanmainya di rumahku kita istirahat dan mengobrol baru setelah itu kita memulai rencana kita, berawal dari menggunakan masker wajah, dan seperti biasanya kita selalu rempong kalau inging melakukan sesuatu, sambil terwana tawa kita pun mengoleskan masker di wajah kita masing masing secara bergantian. dan saat itu adel yang pertama menggunakan, saat masker yang adel gunakan sudah mulai mengering kita pun menggoda adel agar adel tertawa dan maskernya itu ancur namun usaha itu gagal, setelah kita semua menggunakan masker  hal hal lucu pun kembali terjadi yang membuat kita menjadi ingin tertawa dan akhirnya aku dan mami bugis pun yang tertaw a dan akhirnya masker kita pun hancur deh. aku pun langsung mencuci muka ku hingga bersih.

Setelah semuanya selesai dan haripun sudah mulai larut malam mamun kita semua belum merasa mengantuk juga dan akhirnya iita memutuskan untuk menonton fil horor ter lebih dahulu, dan kita pun menonton film the conjuring tapi film baru dimainkan sebentar rasa ngantuk pun tiba tiba datang dan akhirnya kitapun mematikan film lalu tidur dan lagian besok itu kita ber rencana untuk berenang di sandiego hils, itu loh kuburan mewah yang sudah terkenal itu hehe.

Sekian dulu cerita kami di karawang ya nantikan cerita selanjutnya hehe


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...