Langsung ke konten utama

Mukjizat Nabi Musa

Mukjizat Musaى) adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Musa untuk membuktikan kenabiannya. Di dalam tugas yang dibebankan kepadanya, Musa disertai Tuhan dengan berbagai tanda dan mujizat

.
Musa di gambarkan dalam Al-Qur'an sebagai seorang yang kelu lidahnya (cedal), karena pernah memakan bara api kedalam mulutnya. Musa mendapat julukan Kalimullah (yang pernah Engkau ajak bicara) bahkan tidak jarang dia berdialog dengan Allah, dialog antara seorang hamba yang sangat dekat dengan Sang Kekasih Yang Maha Pengasih.
Dalam kisah nabi yang lain dikatakan bahwa Muhammad juga pernah melakukan dialog secara langsung dengan Tuhan, ketika ia melakukan perjalanan Mi'raj menerima perintah salat lima waktu di Sidrat al-Muntahā.
Dikatakan dalam kisah Islam, Musa memiliki sembilan mukjizat, yaitu: tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, topan, laut, dan peristiwa di Bukit Thur. Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada masa kenabian Musa:

Tongkat

Pada awalnya tongkat Musa hanya tongkat biasa yang sering ia gunakan untuk berbagai keperluan, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Thaha ayat 17-18.
“Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?”. Yang ditanya-pun menjawab: “…Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya.” (Thaha 20:17-18).
  • Melemparkan tongkatnya yang bisa berubah menjadi ular besar kemudian memakan ular-ular kecil hasil buatan para penyihir Firaun.
  • Memukulkan tongkatnya ke batu besar, sehingga memancarlah 12 mata air untuk 12 suku Bani Israel.
  • Memukul batu yang membawa lari baju Musa ketika ia mandi, sehingga batu tersebut ada bekas pukulan sebanyak enam atau tujuh pukulan tongkat kayu Musa
  • Membelah Laut Merah dengan tongkatnya menjadi 12 bagian, sehingga nampaklah jalan untuk dilewati para pengikutnya sekitar 600.000 orang, dengan jarak 7 km dan waktu yang ditempuh untuk menyeberangi laut tersebut sekitar 4 jam

Fisik

  • Telapak tangannya bisa mengeluarkan cahaya berwarna putih yang menyilaukan, setelah Musa memasukkan tangannya kedalam jubahnya.

Do'a

  • Meminta agar turun makanan dari surga yang bernama manna dan salwa.
  • Memohonkan ampunan dan meminta hidupkan kembali 70 orang terbaik dari kaumnya yang mati di sambar oleh petir, ketika mereka ingin melihat wujud Allah

Menghidupkan orang mati

  • Membangkitkan orang mati yang telah di bunuh dengan cara memukulkan tubuh mayat itu dengan salah satu anggota tubuh sapi betina.

Hewan

  • Hama belalang dengan jumlah yang teramat sangat banyak.
  • Kutu ada di setiap saku baju, kasur, makanan, dipakaian dan di setiap penjuru.
  • Katak di seluruh negeri Mesir dengan jumlah banyak.

Fenomena alam

  • Banjir darah yang membanjiri negeri Mesir dan menggenangi sungai dan air yang ada rumah.
  • Angin topan yang dahsyat yang merusak segala tanaman dan buah-buahan orang-orang Mesir.
  • Musim kemarau yang panjang menimpa negeri Mesir.
  • Melindungi Bani Israel dengan awan yang tebal, sehingga mereka tidak kepanasan selama 40 tahun di Padang Tih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...