Kisah Mukjizat Nabi Ibrahim
Setelah
berkumpul kayu bakar dilapangan yang disediakan untuk upacara
pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksana sebuah bukit, berduyun
duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri
nabi ibrahim as. kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang
dasyat yang sedang beterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh
panasnya uap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian
dalam keadaan terbelenggu, nabi ibrahim as didatangkan dan dari atas
sebuah gedung yang tinggi dilemparkanlah ia ke dalam tumpukan kayu yang
menyala-nyala itu dengan iringan firman Allah : “hai api, menjadi
dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi ibrahim” (Qs 21 ; 69)
Kisah
mukjizat nabi ibrahim – Sejak keputusan hukuman diajutuhkan sampai saat
ia dilemparkan ke dalam bukti apa yang menyala-nyala itu, nabi ibrahim
as tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman dan
keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya
menjadi makanan api dan kurban keganasan orang kafir musuh Allah. Dan
memang demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukti
apa yang dasyat itu ia mereasa dingin sesuai dengan seruan Allah
perlindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengingat tangan dan
kakinya yang terbakar hangus, sedangkan tubuh dan pakaian yang terlekat
pada ubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, ini
merupakan mujizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya,
nabi ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan
kepadanya kepada hamba-hambanya Allah yang tersesat itu.
Semua
yang hadir pada upacara pembakaran heran tercengang tatkala melihat
nabi ibrahim as keluar dari bukti api yang sudah padam dan menjadi abu
itu dalam keadaan selamat, utuh dengan pakaian yang tetap berada seperti
biasa, tidak ada tanda tanda sentuhan api sedikit pun. Mereka kemudian
pergi meninggalakan lapangan dalam keadaan heran seraya bertanya tanya
pada diri sendiri dan di antara satu sama lain bagaimana hal yang ajaib
itu terjadi, padahal menuru anggapa mereka dosa nabi ibrahim sudah nyata
mendurhakai tuhan tuhan yang mereka puja dan sembah. Ada sebagian dari
mereka yang dalam hati kecil mulai meragukan kebenaran agama mreka namun
tidak berani membicarakan rasa ragu ragunya iitu kepada orang lain,
sedangkan para emuka dan para pemimpin mereka mereka kecewa dan malu,
karena hukuman yang mereka jatuhkan ke pada nabi ibrahim as dan
kesibukan rakyat mengumpulkan kayu bakar selama berminggu minggu telah
berakhir dengan kegagalan sehingga merasa malu kepada nabi ibrahim as
dan para pengikutnya.
Mukjizat yang
diberikan oleh Allah swt kepada nabi ibrahim sebagai bukti nyata akan
kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan
sebagian penduduk terhadap persembahan dan patung patung mereka dan
membuka mata hati. banyak dari mereka memikirkan kembali ajakan nabi
ibrahim as dan dakwahnya, bahkan tidak kurang dari mereka yang ingin
menyatakan imannya kepada nabi ibrahim, namun khawatir akan mendapatan
kesukaran dalam kehidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para
pemuka dan para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal bila
merasakan bahwa pengaruhnya telah beralih ke pihak nabi ibrahim.
Nabi
ibrahim selalu menyeru dan mengajak ayahnya agar beriman kepada Allah,
dan cepat bertaubat, sebagaimana tersebut dalam Al qur an :
“Ceritakanlah
(hai muhammad) kisah ibrahim di dalam AL kitab (Al qur’an) ini.
sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang
nabi. Iangatlah ketika ia berkata kepada bapanya :“Wahai bapaku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?”
Wahai bapaku, sesunguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang padamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. ”
“wahai bapaku janganlah kamu menyembah syaitan, sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
“wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan” (QS 19 : 41 – 45)
Kemudian ayahnya menjawab, sebagaimana tersebut dalam Al qur an
“berkatalah bapaknya : “Bencikah kamu kapada tuah tuhanku, hai ibrahim? jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalah aku buat waktu yang lama”
Sejak saat itulah beliau pindah ke kan an (Palestina) dan disanalah beliau berumah tangga dan mempunyai keturunan. nabi ibrahim as mempunyai dua orang istri, istri pertamanya adalah siti sarah dan yang kedua ada siti hajar.
Pada mulanya, nabi ibrahim as tidak memperoleh keturunan dengan istrinya siti sarah kemudian beliau menikah lagi dengan siti hajar, barulah dari siti hajar nabi ibrahim as memperoleh keturunan yang bernama islamil.
Setelah usia siti sarah agak lanjut, barulah beliau mendapatkan keturunan yang bernama ishak dan ishak inilah yang menurunkan anak bernama Ya’qub.
Nabi ibrahim berdebat dengan raja Namrud :
Nambrud berkata : “ibrahim, siapakah yang menjadikan alam ini ?
nabi ibrahim menjawab : “yang menjadikan alam ini adalah dzat yang dapat mengidupkan dan dapat mematikan dan berkuasa atas segala-galanya.”
“Aku juga berkuasa, barang siapa yang aku perintahkan untuk membunuhnya, maka matilah ia, dan apabil aku membiarkannya hidup, maka hiduplah dia ” Kata namrud
“Tuhan kami ialah yang menerbitkan matahari dari sebelah timur, maka coblah kamu putar terbitnya dari sebelah mara” Jawab nabi ibrahim as.
Setelah mendengar perkataan nabi ibrahim as itu, maka tercenganglah namrud dan ia tidak dapat menjawab
Namrud mengaku sebagai Tuan. “Akulah tuhan yang berhak disembah! akulah maharaja!” ucapnya dengan angkuh. siapa yang menyembah namrud akan mendapat makanan dan sumber hidup dari padanya. Dan siapa yang ingkar kepada namrud, tidak akan diberi makanan kepadanya walau sedikitpun
Allah sangat murka kepada namrud. Lalu Allah menurunkan azab berupa ribuan nyamuk yang menyerang namrud beserta pada pengikutnya dan angin taufak yang memporak porandakan negeri babylon. Akhirnya raja namrud pun mati akibat azab dari Allah yang maha kuasa.
Itulah kisah mukzinat nabi ibrahim yang diberikan oleh Allah SWT, Semoga kisah di atas dapat kita ambil hikmahnya dan dapat menambah iman kita kepada Allah SWT. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar