Langsung ke konten utama

PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR NASIONAL

PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR NASIONAL

Sector industry manufaktur di banyak Negara berkembang mengalami perkembangan sangat pesat dalam tiga decade terakhir. Asia Timur dan Asia Tenggara dapat dikatakan sebagai kasus istimewa. Lebih dari 25 tahun terakhir, dijuluki a miraculous economic karena kinerja ekonominya sangat hebat. Dari 1970 hinga 1995, industry manufaktur merupakan contributor utama.
Untuk melihat sejauh mana perkembangan industry manufaktur di Indonesia selama ini, perlu dilihat perbandingan kinerjanya dengan sector yang sama di Negara-negara lain. Dalam kelompok ASEAN, misalnya kontribusi output dari sector industry manufaktur terhadap pembentukan PDB di Indonesia masih relative kecil, walaupun laju pertumbuhan output rata-ratanya termasuk tinggi di Negara-negara ASEAN lainnya. Struktur ini menandakan Indonesia belum merupakan Negara dengan tingkat industrialisasi yang tinggi dibandingkan Malaysia dan Thailand.
Hasil industri manufaktur  Indonesia kian merambat ke pasar dunia. World Bank  memprediksi industri manufaktur tumbuh 40 persen tahun  2013. Perusahaan-perusahaan softwaredan teknologi informasi berlomba masuk ke Indonesia.
Gambar 1-2: Autodesk Factory Design Suite 2014 menyediakan bagi para pelanggan pabrik akses eksklusif untuk kemudahan operasional, alur kerja untuk tata letak yang spesifik, sumber daya aset pabrik yang berbasis komputasi awan, visualisasi yang kuat, dan alat analisis yang membantu meningkatkan akurasi desain, efisiensi, dan komunikasi.
Gambar 1-2: Autodesk Factory Design Suite 2014 menyediakan bagi para pelanggan pabrik akses eksklusif untuk kemudahan operasional, alur kerja untuk tata letak yang spesifik, sumber daya aset pabrik yang berbasis komputasi awan, visualisasi yang kuat, dan alat analisis yang membantu meningkatkan akurasi desain, efisiensi, dan komunikasi.
Apakah keinginan Indonesia menuju gerbang ASEAN Economic Community pada tahun 2015 bakal tercapai? Meski pembagian kue nasional masih carut-marut sehingga angka kemiskinan susah ditekan, kita harus mengangkui bahwa pertumbuhan ekonomi yang tetap mampu bertengger di atas (rata-rata) 6 persen dalam tiga tahun berlakangan ini, sungguh melegakan.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia masih jauh di bawah China dan India. Akan tetapi, dari segi pertumbuhan ekonomi, Indonesia termasuk tiga besar. Jumlah kelas menengah warga pun mencapai 36 juta orang dan relatif produktif.  Sementara industri manufaktur menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, pertumbuhan industri manufaktur meningkat sebanyak 6,4 persen dan telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto  nasional sebanyak 20,8 persen atau Rp1.714 triliun pada tahun 2013.
Semen tara itu,  Menteri Perindustrian  MS Hidayat menargetkan industri manufaktur nonmigas nasional bisa tumbuh 9 persen pada kuartal II-2013, sementara target setahun diproyeksikan 7,14 persen hingga 8 persem.
sementara itu, Badan  Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan I-2013 tumbuh 8,94 persen dibandingkan periode sama tahun 2012. Sektor-sektor yang tumbuh tinggi di antaranya industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer naik 27,73persen, indusrtri bambu, rotan, dan sejenisnya 23,88persen, industri logam dasar 12,28persen, industri pakaian jadi 9,93persen, serta industri makanan tumbuh 0,30 persen.
Target pertumbuhan manufaktur dapat dicapai lebih optimal apa bila para pelaku industri manufaktur mengimplementasikan teknologi yang andal dan menerapkan teknologi inovasi untuk meningkatkan kapasitas  produksi  yang berkualitas kelas dunia.
Untuk memenuhi kebutuhan para pelaku manufaktur, perusahaan pembuat dan pencipta produk Autodeskmenunjuk  PT Sinergi Wahana Gemilang sebagai distributor  Autodesk Product Design Suite, Factory Design Suite, Inventor, AutoCAD Mechanical, AutoCAD Electrical, Simulation Moldflow, Simulation Mechanical, Simulation CFD, Vault Office, Vault Collaboration, Vault Pro di Indonesia.
Regional Sales Manager, Manufacturing Industry, AutodeskASEAN, Chris Lee, dan Country Manager Autodesk IndonesiaAchirul Jamal, menjelaskan portofolio Autodesk Design Suites 2014 untuk memberdayakan perusahaan manufaktur agar lebih mampu  bersaing secara global. Salah satu caranya adalah dengan  pendisainan sebuah pabrik secara efektif yang  sesuai standar internasional.
Gambar 4: Kemudahan Perakitan & Kinerja Perakitan Besar (Keterangan gambar): Autodesk Product Gambar 2: Design Suite 2014 membantu para disainer produk untuk berinovasi dengan tampilan Digital Prototyping lebih lanjut, alur kerja yang lebih baik, dan peningkatan dalam skalabilitas untuk perakitan produk yang lebih besar.
Gambar 4: Kemudahan Perakitan & Kinerja Perakitan Besar (Keterangan gambar): Autodesk Product Gambar 2: Design Suite 2014 membantu para disainer produk untuk berinovasi dengan tampilan Digital Prototyping lebih lanjut, alur kerja yang lebih baik, dan peningkatan dalam skalabilitas untuk perakitan produk yang lebih besar.
Proses produksi di suatu pabrik demikian kompleks dan rumit—termasuk pembicayaanyang kurang efisien. Pada era teknologi canggih ini, proses produksi yang rumit di pabrik harus disederhanakan dan perusahaan tetap dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas dalam kurun waktu yang lebih singkat dan dengan efisiensi biaya yang optimal. Dampak positif lainnya adalah pencapaian kapasitas produksi yang tentu saja berpengaruh terhadap daya saing di pasar dunia.
Inovasi Autodesk Design Suites 2014 
Perangkat lunak yang baru memberikan akses yang terjangkau dalam alur kerja Digital Prototyping Autodeskyang disebutkan software digital prototyping yang berguna bagi para produsen sektor  manufaktur untuk  akses. Perangkat lunak terbaru itu belum pernah terdapat dalam portofolio Autodesk–mencakup desktop dan komputasi awan–untuk mencapai efisiensi dalam merancang, membangun, dan membuat produk yang lebih cepat dengan biaya lebih terjangkau.
Autodesk Design Suites dirancang secara khusus bagi para pelaku para manufaktur. Produk baru meliputi Autodesk Product Design Suite dan Autodesk Factory Design Suite. Dalam suites tersedia perangkat lunak untuk membantu  para disiner dan insinyur—berupa satu set alat dan layanan komputasi awan yang berfungsi untuk menyederhanakan disain, visualisasi, dan simulasi alur kerja dari proses pembuatan (produksi) hingga tahap proses pengiriman barang (produd).
Selain itu, Autodesk Simulation software portfolio 2014 itu memberikan pendekatan yang lebih cepat, lebih akurat, dan fleksibel untuk memprediksi, mengoptimalkan, dan memvalidasi disain sebelumnya di dalam proses disain.
Autodesk suite 2014 ini memberikan kepada  para pelaku sektor  manufaktur akses yang terjangkau ke alat terbaik untuk memudahkan pekerjaan para produsen,” urai Robert “Buzz” Kross, Senior Vice President, Design, Lifecycle, and Simulation di Autodesk seraya menambahkan, bagi para pelanggan, suites itui dapat memberikan peningkatan produktivitas dan jalur cepat untuk mencapai ROI (return of investment).
Autodesk design suites 2014 tersedia dalam tiga paket yakni standard, premium, dan ultimate yang disebutkan lebih hemat dan nyaman. Suites yang ditawarkan meliputi DebutAutodesk ReCap, software reality capture, dan layanan komputasi awan yang dapat membuat model 3D yang cerdas dari objek fisik dan lingkungan.
Hal itu memungkinkan para pengguna untuk menghasilkan tampilan di tempat kerja yang sebenarnya dalam proses disain. Sedangkan software Autodesk Inventor tambahan yang menggabungkan manfaat yang ada untuk meningkatkan skalabilitas untuk produk yang besar atau rakitan pabrik. Sedangkan  Autodesk Revit interoperabilityberguna bagi para pelaku manufaktur untuk membuat suatu produk mudah diubah dari Inventor rinci menjadi file revit asli dan penggunaannya sederhana sebagai konten building information modeling (BIM).
130718-03c
Para pengguna suites daoat berakses ke Autodesk 360 layanan komputasi awan yang memperluas fungsi desktop—memungkinkan kolaborasi dan optimasi yang lebih—serta menginformasikan  sistem berbagi disain dan penggunaan kembali disain tersebut.
Memperluas digital prototyping untuk pengembangan produk
Dalam edisi premium Product Design Suite 2014 terdapatsoftware Autodesk Inventor Professional. Perangkat lunak itu menyediakan fungsi rekayasa  mekanik dan elektrik untuk digital prototyping yang  dilengkapi dengan simulasi terintegrasi, sistem kontrol, dan kemampuan alat.
Sedangkan software Autodesk Navisworks Manage memiliki  kemampuan manajemen proyek—termasuk kemampuannya untuk review seluruh proyek, pengaturan jadwal, penghitungan biaya, visualisasi, dan kolaborasi—termasuk kandungan edisi ultimate itu. Product Design Suite yang terkini dilengkapi dengan fitur AutoCAD Raster Design, alat mengedit raster, dan alat untuk konversi raster-to-vector yang membantu para pengguna untuk memanfaatkan scan kertas gambar, peta, citra satelit, dan data yang digunakan pada alur kerja berbasis AutoCAD.
Pada tahun 2012, EnviroGuard memenangkan beberapa proyek besar domestik dan internasional dengan menggunakan Autodesk Product Design Suite, imbuh Tanya Bradford General Manager EnviGuard, pemimpin industri di bidang containment and facility safety.
Kemenangannya itu berdasarkan kemampuan  merancang sistem yang unik untuk render yang spesifik pada disain 3D dengan Product Design Suite yang hasilnya dapat disaksikan oleh klien dan perusahaan engineering secara online, alat berbasis web.
Tambahan fitur baru untuk suite 2014 ini meliputi anotasi yang kuat, sumber informasi yang diperluas mengenai aset pabrik dan peningkatan alur kerja komputasi awan yang menangkap keadaan yang sebenarnya di lingkungan pabrik. Suite ini juga memberikan integrasi lebih dari softwareAutodesk Vault product data management untuk meningkatkan aset manajemen.
“Dengan menggunakan model 3D dapat menghindari kesalahpahaman dan kami dapat saling berbagi, dengan demikian, semuanya berjalan lancar dan cepat,” kata Yuji Nonaka, Chief of the Engineering Department di Hirata Corporation, yang menyediakan peralatan produksi pabrik otomotif, semikonduktor, dan industri elektronik untuk konsumen.
“Beberapa kali mampu mengurangi waktu meeting, dan sekarang kami juga menghabiskan waktu lebih singkat dari biasanya. Kami juga telah menghemat banyak biaya perjalanan untuk proyek di luar negeri.”
Rangkaian produk Autodesk Simulation versi 2014 meliputi versi terbaru dari Autodesk Simulation Mechanical, Autodesk Simulation CFD dan Autodesk Simulation Moldflow dan berfungsi sebagai perangkat simulasi software yang sangat mudah digunakan dan terintegrasi dengan setiap tahap di dalam proses pengembangan produk.
Perangkat tambahan untuk portofolio simulasi 2014 ini meliputi: Autodesk Simulation Mechanical: sebelumnya dikenal sebagai Autodesk Labs Technology Project Scout,Autodesk Simulation Mechanical ini mencakup proses otomatis terbaru untuk tes drop dan akses ke fungsi studi desain parametrik.
Kemudian Autodesk Simulation CFD: keseluruhan kinerja produk ini meningkat hingga 13 persen lebih cepat, dan kemampuan untuk mensimulasikan tampilan permukaan cairan seperti tumpah, mengalir, aliran saluran terbuka, dan interaksi benda padat/cair.
Autodesk Simulation Moldflow: fungsi pendingin konformal terbaru yang memungkinkan desain jalur pendingin yang lebih efisien yang dapat mengurangi waktu siklus cetakan dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.
Perangkat lunak Autodesk membantu pengguna untuk mengimajinasikan, merancang dan menciptakan dunia yang lebih baik. Bagi para perancang profesional, insinyur, arsitek, seniman digital, pelajar, dan orang-orang yang memiliki hobi- menggunakan perangkat lunak Autodesk untuk mengembangkan kreativitas dan menyelesaikan tantangan penting.
Kampiun Menjual Perangkat Lunak
http://i2.wp.com/www.mmindustri.co.id/content/media/2013/07/130718-03d.jpg?resize=660%2C455
Chris Lee (gambar kiri) Regional Industry Manager (Manufacturing), ASEAN, Autodesk
Sebagai Industry Manager untuk Autodesk–ASEAN, Chris bertanggung jawab untuk memformulasikan strategi penjualan dan marketing dan membangun tim regional yang solid untuk menggerakkan bisnis industri di kawasan ASEAN.
Pada jabatan sebelumnya, Chris memainkan peranan penting dalam memformulasikan bisnis Autodesk Media and Entertainment (M&E) untuk ASEAN dan mengembangkan kemitraan strategis dengan mitra industri, agen pemerintahan sampai kemajuan perkembangan bisnisAutodesk M&E.
Sebelum mencapai portofolio M&E, Chris merupakanRegional Head for Autodesk Architecture, Engineering & Construction (AEC) Division di ASEAN. Ia sukses memimpin adaptasi solusi Autodesk Building Information Modeling(BIM) di kawasan tersebut.
Chris memiliki 11 tahun pengalamannya di industri ini dengan berbagai macam peranan yang berbeda dengan perusahaan multinasional yang cukup berpengaruh seperti Cisco Systems, Dimension Data dan Hewlett Packard.
Ia meraih sarjana dengan gelar honors pada jurusanMechanical & Production Engineering dari National University of Singapore dan MBA jurusan International Business dari RMIT University.
Achirul Djamal (gambar kanan) Country Manager, Indonesia,Autodesk Sebelum bergabung dengan Autodesk.
Achirul Djamal adalah Country Manager General Business PT IBM Indonesia sejak tahun 2004. Pada masa jabatannya, dia bertanggung jawab untuk menyusun dan melaksanakan strategi bisnis yang dapat menghasilkan pendapatan, dan kesepakatan kontrak, serta bertanggung jawab pada keuntungan IBM General Business.
Sebelumnya, Achirul Djamal memimpin tim untuk melayani klien perusahaan kecil dan menengah di Indonesia. Dia bertanggung jawab untuk memposisikan IBM sebagai penyedia solusi utama bagi klien melalui demo kemampuan serta pengalaman IBM dalam menangani perusahaan kecil dan menengah. Klien-kliennya meliputi perusahaan telekomunikasi, minyak, pekerjaan umum, serta sektor publik.
Pada 2001 hingga 2004, Achirul menjabat sebagai Country Manager IBM Software Group, IBM Indonesia. Pada masa jabatannya, ia bertanggung jawab untuk menyusun strategi pemasaran dan penjualan produk-produk software IBM di Indonesia. Selama menjabat, IBM Software Group selalu mencapai target penjualan yang luar biasa.
Selama 18 tahun bersama IBM, ia berpengalaman menjabat beberapa posisi seperti product manager, sales and marketing, serta berbagai posisi di PT IBM Indonesia.
Dia beberapa kali meraih penghargaan IBM Hundred Percent Club karena prestasinya yang luar biasa serta kemampuannya untuk mencapai lebih dari kuota penjualannya. Di bawah kepemimpinannya, unit General Business berkontribusi lebih dari setengah total pendapatan IBM Indonesia sejak 2007.
Kepemimpinannya pada industri software telah teruji bahkan sebelumnua dia bergabung dengan PT IBM Indonesia. Sebagai Country Manager PT. Lotus Development Indonesia (anak perusahaan IBM). Ia menerima penghargaan Sales Excellence Award selama tiga tahun berturut-turut. Selama masa itu, ia berhasil memperkuat Lotus Professional Services dan memperluas bisnis secara signifikan.

http://www.mmindustri.co.id/manufaktur-indonesia-terkuat-di-asean/
http://wahyudi-duniahayalan.blogspot.com/2011/05/industrialisasi-dan-perkembangan-sektor.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...