Langsung ke konten utama

The Best Korean Drama

The Best Korean Drama

Saya bisa di bilang sangat suka dengan drama korea, saya sering menghabiskan waktu luang saya dengan meonton drama korea, di saat saya jenuh, bosan, mau jalan jalan tapi gak punya duit hehe ya nonton drama kore adalah solusi saya menghilangkan kebosanan saya.
Pada dasarnya saya memang suka nonton film tapi dulu saya kurang tertarik dengan drama korea karena episodenya yang cukup panjang membuat saya jadi males untuk menontonnya, dulu itu saya lebih suka dengan film film dari thailand dan pada saat itu saya sangat mengidolakan Mario Maurer, namun ternyata dia membintangi sebuah film yang katanya bisa bibilang porno dan sejak saat itu saya jadi kurang suka dengan dia.
Pada suatu hari saya ingin pergi ke luar kota dengan teman saya dan saat di perjalanan dia mendengarkan lagu berbahasa korea yang ternyata itu adalah soundtrack dari sebuah film drama korea. Beberapa hari berikutya saat saya main kerumahnya ternyata dia sedan nonton drama korea tersebut, saya pun di ajak oleh dia untuk nonton dan ternyata filmnya cukup menarik perhatian saya, saya pun mengcopynya ke laptop saya dan ternyata saya jadi suka nonton drama korea karna ceritanya suka bikin kita penasaran. Saya pun meminta film lain dari teman saya itu dan sampai sekarang saya jadi kecanduan nonton drama korea, kadang saya suka sampe lupa waktu bahkan sampe tidak tidu semaleman hehe.
Judlul film drama kore yang membuat saya menjadi kecanduan nonton drama korea ada lah “Engel Eyes” menurut saya ceritaya cukup seru sedih, romantis dan membuat saya sempat mengidolakan tokoh park dong joo pada film tersebut


ANGEL EYES
Hasil gambar untuk behind the scene angel eyes



Berikut adalah pemeran dari Angel Eyes

Ku Hye-sun (sebagai Yoon Soo-wan dewasa)

Nam Ji-hyeon (sebagai Yoon Soo-wan remaja)
Hasil gambar untuk pemain yoon soo wan angel eyes drama korea
Lee Sang-yoon (sebagai Park Dong-joo dewasa/Dylan Park)
Hasil gambar untuk pemain park dong joo angel eyes drama korea

Kang Ha-neul (sebagai Dong-joo muda)


Kim Ji-seok (Kang Ji-woon)   
Hasil gambar untuk pemain park dong joo angel eyes drama korea

Seungri (Teddy)
Hasil gambar untuk pemain teddy angel eyes drama korea

Jung Jin Young As Yoon Jae Beom (Ayah Yoon Soo Wan)
Hasil gambar untuk pemeran ayah yoon soo wan angel eyes drama korea

Dan masih banyak lagi tentunya pemain dari “Angel Eyes” tersebut.
Sinopsis
Angel Eyes adalah drama asal SBS yang menggantikan drama sebelumnya, yaitu The Woman Who Married Three Times yang selesai pada 30 Maret 2014. Drama ini bergenre Melodrama, Romance, Family, Medical. Episode pertama mulai ditangkan pada 5 April 2014.
Angel Eyes adalah melodrama tentang seorang pria dan seorang wanita yang saling mencintai lebih dulu, tapi bisa dipisahkan saat mereka masih remaja akibat situasi keluarga menyakitkan dan bertemu kembali 12 tahun kemudian. Yoon Soo Wan adalah seorang wanita buta yang mendapat penglihatan kembali setelah menerima transplantasi kornea dalam operasi dan memutuskan untuk menerima kehidupan dengan semangat dengan menjadi seorang pekerja penyelamatan darurat yang dikenal tidak hanya oleh pemadam kebakaran, tetapi juga oleh rumah sakit setempat.
Sedangkan park dong  joo adalah seorang laki laki remaja yang sangat menyukai  yoon soo wan, dia adaah anak seorang pemadam kebakaran yang gugur dalam tugasnya dan anak seorang tukang bubur, setiap pagi park dong joo mengantarkan bubur ke rumah yoon soo wan dan di situlah dia mulai menyukai yoon soo wan. Sampai akhirnya mereka pun saling menyatakan cinta namun mereka harus berpisah pada saat dimana yoon soo wan bisa melihat lagi. Tapi akhirnya mereka pun bertemu kembali tetentu rintangan cinta mreka tidak berhenti disitu masih banyak lagi masalah2 yang terjadi. Pokoknya filmnya seru deh, ga nyesel kok nontonnya.























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...