Langsung ke konten utama

Time Business of Letter

Examples of Trading Business Cooperation Agreements

The undersigned below:

name:Fauza Nanda Tufailah
address: Karawang
Phone number : 0876567244263

Hereinafter referred to as the first party

name: Rizardi Dwipermana Riyadi
address: Bandung
Phone number : 087879218187

Hereinafter referred to as the Second Party

For further between First Party and the Second Party has a cooperation agreement as well as the following provisions:

1. First Party Second Party entrust their goods on the consignment system. Both parties got (_30_)% of sales turnover of the first consignment.
2. The maximum number of storage of goods made to the Second Party First Party is the (__3__) item for each design.
3. First Party will assist the promotion of the Second Party, and vice versa.
4. Both parties reported sales results for the First Party every month, at the beginning of next month along with the submission of a profit of (_20_)% of sales turnover consignment First Party to the Second Party.

Thus the letter of the agreement we do to be a bond between us. Everything that is not contained in the indenture, information was shared between First Party and the Second Party to reach an agreement later in the day and automatically become an addendum to the agreement.

This agreement we do in full awareness and without coercion from anywhere. In case of dispute in the implementation of this agreement, we agreed to solve it by means of kinship and deliberation, but if it is not resolved well, we agreed to finish under applicable law.

This agreement was agreed 22 November 2013 by:


          First Party                                                                                       Second Party


        




 (Fauza Nanda Tufailah )                                                            (Rizardi Dwipermana Riyadi)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik Demi Cinta

Maaf.. ku telah menyakitimu Ku telah kecewakanmu Bahkan ku sia-siakan hidupku, dan kubawa kau s'perti diriku Walau hati ini t'rus menangis Menahan kesakitan ini Tapi ku lakukan semua demi cinta Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku Segalanya t'lah ku berikan Juga semua kekuranganku Jika memang ini yang terbaik Untuk diriku dan dirinya Kan ku t'rima semua demi cinta Reff : Jujur, aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi Bila nanti esok hari Ku temukan dirimu bahagia Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya

neraca pembayaran

Neraca pembayaran  merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu  negara  dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan  pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan (yang terdiri dari neraca perdagangan, neraca jasa dan transfer payment) dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial. Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang ( devisa ) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam neger...

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...