Langsung ke konten utama

Dinda's love story 2

Waktu terus berlalu. Dinda pun massih menikmati masa masanya menjadi  jomblo. Suatu hari Dinda menghadiri acara buka bersama dengan anak anak salah satu ekstakulikuler yang dinda ikuti di sekolahnya. Saat itu Dinda bertemu dengan kaka kelasnya dulu yang kini sudah lulus dia bernama rizal, dinda sempat ngobrol berdua dengan rizal, entah kenapa dinda merasakan kenyamanan saat iya sedang ngobrol berdua namun dinda mengabaikan perasaannya itu, dinda pun tidak berfikir jauh karna ia tau bahwa sahabatnya menyukai rizal sejak lama.
            Beberapa hari sejak hari itu, dinda menghubungi rizal dan niatnya dinda hanyalah untuk meminta foto foto saat acara tersebut, namun setelah itu percakapan mereka pun terus berlanjut tanpa dinda sadari, awalnya dinda  berkomunikasi dengan biasa saja selayaknya berkomunikasi dengan teman biasa, namun seiring berjalannya waktu komunikasi mereka semakin baik, rizal pun sudah mulai menberikan sinyal sinya bahwa iya menyukai dinda.
            Dinda pun mulai merasakan perasaan lain dengan rizal, tapi dinda berusaha untuk mengabaikannya karna dinda inget sahabatnya itu. Namun semakin lama rizal semakin menunjukan perasaannya kepada dinda dan perasaan dinda terhadap rizal pun semakin dalam saja, dinda kemabali merasakan apa yang dulu ia rasakan terhadap dika dulu. Dinda pun merasa bingung, apa yang harus dia katakan kepada sahabatnya itu tentang hubungannya dengan rizal, sampai akhirnya rizal pun menyatakan cintanya kepada dinda. Jujur saja, dinda sangat ingin menerima rizal, namun iya masih menghargai perasaan sahabatnya itu.
            Semakin hari perasaan dinda semakin tidak tenang, dinda sangat ingin mengatakan yang sejujurnya denga sahabatnya itu, namun dinda takut sahabatnya itu jadi marah dan merusak persahabatannya itu, ya tentu saja pasti ia akan marah. Rizal yang tidak menyerah untuk mendapatkan dinda pun semakin membuat perasaan dinda semakin dalam kepadanya, dan semakin ingin untuk menerima rizal untuk manjadi pacarya. Dan akhirnya dinda pun memberanikan diri untuk mengatakan semuanya kepada sahabatnya itu, dinda juga jujur atas perasaannya itu terhadap rizal, karna dia sadar cepat atau lambat sahabatnya itu pasti akan tau yang sebenarnya.

            Dan benar saja apa yang di takuti oleh dinda, sahabatnya itu sangat marah sama dinda, dinda pun sangat merasa bersalah karna melihat sahabatnya itu menangis dan sangat marah kepadanya, namun dinda apa daya, dinda memang salah tapi disisi lain dinda memang tidak bisa menahan perasaannya terhadap rizal.

Bersambung !!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...