Langsung ke konten utama

Dinda's love story 3

Jujur  terhadap sahabatnya tidak membuat masalah ini selesai, sahabatnya itu jadi membenci dinda dan jadi sering mengatakan kata kata yang pahit terhadap dinda, sahabatnya itu juga tetap melarang hubungan dinda dengan rizal. Dinda bingung harus bagaimana, sangat susah bagi dinda buat ngejauhin rizal, baru aja dinda menemukan orang yang dapat mengantikan dika dulu tapi sekarang dinda harus ngejuhin orang itu. Akhirnya dinda dan rizal tetap berubungan seperti biasa, namun dinda tetap belum mau menerima rizal sebagai pacarnya.
            Setelah beberapa bulan hubungan dinda dan rizal  yang tidak jelas itu berjalan, ada orang lain lagi yang menjadi penghalang hubungan mereka itu, dia adalah teman sd rizal, dia suka dengan rizal dan mencoba mendekati rizal, di beberapa sosial media cewe tersebut yang bernama eva dengan enaknya menunjukan perhatiannya terhadap rizal, hal itu tentu membuat dinda merasa sakit hati.
            Dinda juga merasa bahwa rizal sudah mulai lelah untuk menunggunya dan mulai menanggapi si eva itu, dinda menyadari hal itu karena dinda pernah melihat balasan rizal atas pesan eva di salah satu sosial media. Hal itu membuat dinda merasa sangat sakit hati, dinda telah merasa kehilangan keduannya, dia kehilangan sahabatnya sekaligus dia juga kehilangan rizal.
            Dinda yang meminta kejelasan kepada rizal atas hubungannya dengan eva justru membuat rizal jadi marah kepada dinda, dinda semakin merasa bahwa rizal ingin ngejauhin dia. Dan ternyata memang benar, rizal sudah mulai lelah mengejar dinda, dia berfikir kalo dinda mungkin hanya main main padanya padahal dinda punya alasan lain kenapa dia blum bisa menerima rizal.
            Tapi pada akhirnya dinda menjelaskan kepada rizal bahwa dia blum bisa menerima rizal bukan karna dinda main main dengannya tapi karna alasan lain dan dinda pun menjelaskan baik baik tentang masalahnya dengan sahabatnya itu, awalnya rizal masih berisikap sangat dingin dengan dinda tapi seiring berjalannya waktu rizal kembali bersikap seperti dulu kepada dinda.
            Di sisi lain sahabatnya dinda pun kini sudah memiliki pasangan baru, dinda merasa sangat lega, namun sahabatnya itu masih belum mau bicara pada dinda, bahkan dia pindah duduk dikelasnya yang tadinya dia duduk di sebelah dinda menjadi duduk di belakang, tapi dinda tetap sabar dan memaklumi sikap sahabatnya itu
            Dan sampai pada akhirnya rizal menyatakan kembali cintanya kepada dinda dan kembali meminta dinda untuk menjadi pacarnya, tampa pikir panjang dinda pun langsung menerima rizal untuk menjadi pacarnya, dia saat itu sangat takut rizal pergi meninggalkannya lagi. Dinda pun berfikir kalau sahabatnya itu pasti sudah akan merelakan rizal karna dinda fikir sahabatnya itu juga sudah punya pacar.
            Dan kabar jadiannya dinda dan rizal tidak lama setelah itu langsung terdengar oleh sahabatnya, dan sahabatnya mun semakin marah sama dinda, namun dinda coba bicara dengan sahabatnya itu tapi sahabatnya tetap tidak mau dengar. Dan dinda pun pasrah dengan masalahnya dengan sahabatnya itu.
            Namun  seiring berjalannya waktu setelah beberapa bula mereka diam tak saling menyapa akhirnya  sahabatnya itu mulai bersikap baik lagi, dia sudah mau mulai bertanya hal hal kecil kepada dinda, sampai pada akhirnya hubungan mereka kembali baik lagi seperti dulu. Hubungan dinda dan rizal pun berjalan dengan lancar walaupun masalah masalah kecil itu pasti ada tapi semua itu tidak membuat dinda dan rizal berpisah bahkan mereka menjadi belajar untuk jadi lebih baik lagi dah hubungan dinda dan rizal kini sudah berjalan hampir 2 tahun, dinda sangat bahagian dengan rizal dia sangat sayang kepada rizal dan begitu pun juga yang di rasakan oleh rizal terhadap dinda.

           
Selesai ... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...