Langsung ke konten utama

Tragedi

Saat itu aku baru selesain uas saat aku sedang duduk di kelas 6 sd, malamnya aku bermain dengan teman temanku di sekitar rimah, kita main kejar kejaran, lari larian, sampai pada akhirnya kita berbain petak jongkok, yaitu sebuah permainan tradisional yang cara bernainnya adalah permainan itu dimainkan oleh beberapa orang dan salah satu dari orang itu dia yang jaga dia harus mengejar anak anak yang lain nya dan menangkapnya sehinggga orang yang di tangkapnya itu lah yang jadi jaga dan harus mengejar yang lainnya dengan ketentuan bagi anak yang sedang jongkok tidak bisa di tangkap, permainanter sebuk sangat mengasyika

Sampai akhirnya pada malam itu saat aku dan teman temanku sedang memainkan permainan itu, saat itu aku yang sedang di kejar namun akupun terjatuh. Dan setelah itu aku sangat kesulitan untuk bangunn, kakiku sangat sulit aku gerakan dan terasa sangat sakit, aku pun di bantu oleh teman temanku untuk bangun dan pulang kerumah, aku pun membersihkan luka ku sambil menangis, kaki ku saat itu sangat terasa sakit apabila digerakan. Ibuku pun langsung menyuruhku untuk istirahat dan tidur karna saat itu hari juga sudah malam.

Keesokan harinya kakikupun membengkak dan masih terasa sakit untuk di gerakan, ibuku pun membawaku kerumah sakit untuk mengobati kakiku itu. lalu dokter memberikan ku obat untuk mengobati luka luar pada kakiku sekaligus memberikan obat penghilang rasa sakit, dokter juga memberikan surat rujukan agar kaki ku  untuk di ronsen karna khawatir ada tulang yang patah. Akhirnya pun ibuku langsung membawaku ke tempat ronsen.

Agak kaget sih dengernya, masa iya karna jatuh begitu saja bisa sampai patah tulang, ibuku pun cerita kepada salah satu tetanggaku, dan iya malah berkata mungkin itu hanya keselo dan iya memberikan rekomendari tempat urt langganannya.

Akhirnya ibuku membawaku juga ketempat urut itu, dan rasanya di urut itu sakitnya sampe ke ubun ubun, sakit buangeeeetttttttt, aku pun sampe teriak teriak saat di urut tersebut, tukang urutnya bilang kalo ini tuh ada yang geser tulangnya akhiranya kaki aku gatau di apain sama dia sampe kebunya "krekk" gitu di tulangnya trus dia bilang ko itu udah bener lagi.

setelah di urut kaki aku ga ada kemajuan sama sekali bahkan makin sakit, dan beberapa hari setelah itu hasil ronsen ku baru keluar dan hasilnya ternyata bener ada tulangku yang patah, kebayang gak sih gimana sakitnya patah tulang terus di urut urut kaya gitu, si pegang aja sakit apa lagi di urut.

Akhirnya ibu aku kapok bawa aku ke tukang urut sotoy kaya gitu, dan lebih milih pengobatan dokter aja, memang pengobatan dokter akan lebih lama prosesnya tapi seenggaknya itu lebih terjain dari pada di urut gak jelas kaya kemaren, sembuh engga yang ada malah makin sakit.

setelah beberapa bulan menjalani pengobatan akhirnya aku sembuh juga, awalnya aku bisa jalan lagi pelan pelan, dan rada lama setelah aku baru bisa lari lagi, tapi sampai sekarang kakiku tidak bisa di pake buat duduk sila lama lama kakiku masih suka terasa ngilu.

Selama beberapa bualn aku ga bisa jalan itu aku di manjain bgt aku mau ini mau itu di ambilin, kerjaain aku cuma makan sama tidur aja haha, ya klo bosen sesekali aku suka di ajak jalan keluar tapi pake tongkat. Pertama kali aku masuk SMP pun aku sekolah pake tongkat, aku di liatin sama banyak orang ya tapi aku sih cuek aja orang ga selamanya ini kok aku pake tongkat hehe.

Dan semala aku sakit itu temen baruku di SMP baik baik banget, tiap kali jam istirahat dia selalu mau aku titipin buat beli jajanan, mereka juga selalu bantu aku jalan klo mau pulang sekolah bahkan mereka bantu aku membawakan tas aku.

Pengalaman aku ngalamin patah tulang kaya giu pastinya ga akan aku lupain dan akan aku jadiin pelajaran untuk berhati hati lagi apabila sedan bermain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sejak tahun 1987 ekspor Indonesia mulai didominasi oleh komoditi non migas dimana pada tahun-tahun sebelumnya masih didominasi oleh ekspor migas. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspot non migas. Pada tahun 1998 nilai ekspor non migas telah mencapai 83,88% dari total nilai ekspor Indonesia, sementara pada tahun 1999 peran nilai ekspor non migas tersebut sedikit menurun, menjadi 79,88% atau nilainya 38.873,2 juta US$ (turun 5,13%). Hal ini berkaitan erat dengan krisis moneter yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Tahun 2000 terjadi peningkatan ekspor yang pesat, baik untuk total maupun tanpa migas, yaitu menjadi 62.124,0 juta US$ (27,66) untuk total ekspor dan 47.757,4 juta US$ (22,85%) untuk non migas. Namun peningkatan tersebut tidak berlanjut ditahun berikutnya. Pada tahun 2001 total ekspor hanya sebesar 56.320,9 juta US$ (menurun 9,34%), ...

Utang Luar negri

Utang luar negeri  atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total  utang  suatu negara yang diperoleh dari para kreditor  di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari  bank  swasta,  pemerintah  negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti  IMF  dan  Bank Dunia . Utang luar negeri Indonesia lebih didominasi oleh utang swasta. Berdasarkan data di Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pada  Maret   2006  tercatat US$ 134 miliar, pada  Juni  2006 tercatat US$ 129 miliar dan  Desember  2006 tercatat US$ 125,25 miliar. Sedangkan untuk utang swasta tercatat meningkat dari US$ 50,05 miliar pada  September  2006 menjadi US$ 51,13 miliar pada Desember 2006. [1] Negara-negara donor bagi Indonesia adalah: 1.      Jepang  merupakan ...

Arus Modal Masuk

Besarnya arus modal masuk ke Indonesia, sebagai akibat pertumbuhan perekonomian yang tetap terjaga dalam beberapa tahun terakhir, harus dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek jangka panjang. Mengelola arus modal masuk (capital inflow) ke dalam kawasan merupakan sebuah tantangan yang sulit, yang dihadapi negara-negara emerging market seperti Indonesia karena dapat membawa berbagai risiko potensial terhadap stabilitas keuangan. Seperti yang telah diketahui, untuk menjaga stabilitas moneter akibat derasnya arus modal masuk ke Indonesia dan besarnya likuiditas saat ini, BI menerapkan beberapa kebijakan yang diapresiasi Bank Dunia dan IMF sebagai langkah yang tepat. Sekilas Berita tentang Arus Modal Masuk  Bank Indonesia mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun. "Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah ma...